Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu..... Selamat Datang Di Blog Kaderisasi Keluarga Muslim Teknik UGM..............Menjadi Sahabat "Mencetak Ar Ruhul Jadid-Mahasiswa Harapan Baru Teknik.......

About Us

Foto saya
Berawal dari sebuah kebutuhan untuk menghadirkan pemimpin baru, harapan baru, dan teknik baru.... Sebuah teknik yang Islami... Adalah sebuah keniscayaan bahwa langkah dakwah ini akan dipergulirkan dari satu generasi ke generasi yang lainnya.... Oleh karena itulah dibutuhkan sebuah estafet dakwah antar generasinya... Dibutuhkanlah ruh-ruh penggedor baru yang akan melanjutkan kerja-kerja cerdas dakwah... Maka, terlahirlah sebuah biro di Keluarga Muslim Teknik FT UGM yang akan menjawab tantangan dakwah untuk membentuk kader-kader yang bukan hanya memiliki kapasitas secara personal namun juga peduli (kritis) terhadap kebutuhan ummat dalam bingkai ihsan (keprofesionalan).... Ialah Biro Khusus Kaderisasi... Pada Angkatan Mujahid 1432, biro ini beranggotakan 5 orang sahabat: Idriwal Mayusda TI09),Tito Rizal Prabowo TM09), Nur Rochman Nabawi (TGL09), Khoiriyati Kaulina Rahmaningrum (TF09) dan Umi Kulsum Maharani Priandini (TF09)...
Resapi kembali ajaran keberanian, kebenaran, dan keadilan. Karena kamu akan dipanggil kembali untuk memimpin bangsa-bangsa di dunia. (Muhammad Iqbal)......................Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Khalifah 'Umar)

Waktu

06.35

Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, "Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


sumber : File 1001 KisahTeladan

0 komentar:

Posting Komentar