Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu..... Selamat Datang Di Blog Kaderisasi Keluarga Muslim Teknik UGM..............Menjadi Sahabat "Mencetak Ar Ruhul Jadid-Mahasiswa Harapan Baru Teknik.......

About Us

Foto saya
Berawal dari sebuah kebutuhan untuk menghadirkan pemimpin baru, harapan baru, dan teknik baru.... Sebuah teknik yang Islami... Adalah sebuah keniscayaan bahwa langkah dakwah ini akan dipergulirkan dari satu generasi ke generasi yang lainnya.... Oleh karena itulah dibutuhkan sebuah estafet dakwah antar generasinya... Dibutuhkanlah ruh-ruh penggedor baru yang akan melanjutkan kerja-kerja cerdas dakwah... Maka, terlahirlah sebuah biro di Keluarga Muslim Teknik FT UGM yang akan menjawab tantangan dakwah untuk membentuk kader-kader yang bukan hanya memiliki kapasitas secara personal namun juga peduli (kritis) terhadap kebutuhan ummat dalam bingkai ihsan (keprofesionalan).... Ialah Biro Khusus Kaderisasi... Pada Angkatan Mujahid 1432, biro ini beranggotakan 5 orang sahabat: Idriwal Mayusda TI09),Tito Rizal Prabowo TM09), Nur Rochman Nabawi (TGL09), Khoiriyati Kaulina Rahmaningrum (TF09) dan Umi Kulsum Maharani Priandini (TF09)...
Resapi kembali ajaran keberanian, kebenaran, dan keadilan. Karena kamu akan dipanggil kembali untuk memimpin bangsa-bangsa di dunia. (Muhammad Iqbal)......................Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Khalifah 'Umar)

Waktu

06.31

IDEALISME KAMI

IDEALISME KAMI

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai dari pada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehoramatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, mengusai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar umat kami mengetahui bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci; bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu.

Kami tidak mengaharapkan sesuatu pun dari manusia; tidak mengharap harta benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap hanyalah pahala dari Allah, Dzat yang telah menciptakan kami.

(Disarikan dari Risalah Pergerakan Ikhwanul muslimin karya Imam Hasan al Banna)


0 komentar:

Posting Komentar