Analisis Kondisi Masyarakat
Terjadinya pergeseran – pergeseran dalam setiap sendi kehidupan masyarakat;
1.Pergeseran Pemikiran (ideologi)
2.Pergeseran Orientasi
3.Pergeseran Nilai
4.Pergeseran Perilaku
5.Pergeseran Budaya
6.Pergeseran Sistem Hidup
Analisis Kebutuhan
Optimalisasi peran mahasiswa muslim dalam proses perbaikan ummat menuju kebangkitan Islam (as shahwah al islamiyah)
Analisis SWOT Keluarga Muslim Teknik
Kekuatan
· Sebagai Lembaga dahwah kampus tingkatan fakultas dari Universitas yang ternama, menjadikan aktifitas yang dilakukannya menjadi mudah dikenal oleh masyarakat, terutama masyarakat di luar kampus.
· Sebagai komunitas mahasiswa muslim yang menjadikan Musholla Teknologi Fakultas Teknik UGM sebagai pusat aktifitasnya, dengan adanya sekretariat yang sudah tetap, menambah nilai strategisnya dalam usaha syiar Islam.
· Sebagai Badan Semi Otonom Keluarga Mahasiswa FT UGM yang menjadikan aktifitas keilmuan-keagamaan dan aktifitas social menjadi focus geraknya, menjadikan daya tarik tersendiri bagi kalangan mahasiswa muslim, baik yang sudah memahami Islam secara keseluruhan ataupun bagi yang baru sebagian dalam proses memahami Islam.
· Adanya brand image Keluarga Muslim Teknik sebagai kumpulan orang-orang yang ‘baik’, dalam arti memiliki komitmen moral yang sudah diakui, menjadikan daya tarik tersendiri, terutama bagi mahasiswa baru.
Kelemahan
· Kurangnya profesionalitas dalam pelaksanaan program kerja Keluarga Muslim Teknik, menjadikan setiap kegiatan kurang mampu berpengaruh dalam pengembangan syiar di Fakultas Teknik UGM
· Komitmen kader yang masih lemah terhadap lembaga dan dakwah itu sendiri sehingga menyulitkan gerak lembaga dikarenakan fungsi kaderisasi yang masih belum optimal.
· Belum adanya satu unit usaha mandiri, yang mampu menghasilkan keuntungan, menjadikan permasalahan tersendiri dalam upaya menambah sarana dan fasilitas, seperti komputer, sound system, kendaraan, ataupun buku-buku perpustakaan.
· Masih lemahnya kemampuan skills manajerial kader, sehingga dalam membuat event-event akbar, seringkali menemui hambatan-hambatan teknis seperti surat menyurat, proposaliat, dan teknik lobbying.
· Belum kuatnya jaringan dengan lembaga dakwah kampus lainnya, menjadikan efek yang ditimbulkan dari syi’ar yang dilakukan kurang maksimal.
Peluang
· Sudah dimulainya proses pembinaan sejak SMA, menyebabkan tidak sedikitnya jumlah mahasiswa muslim yang sudah bisa memahami Islam secara keseluruhan, sehingga proses berikutnya yang harus dioptimalkan ialah pemberdayaan atau pelibatan secara aktif dalam kegiatan-kegiatan dakwah islam.
· Mulai terwacanakannya nilai-nilai positif syiar Islam dikalangan mahasiswa, mulai dari gaya bahasa, cara berbusana, tingkah laku/interaksi antara ikhwan wa akhwat, atauapun hobby (semisal nasyid, bacaan Islami, dll) sehingga memudahkan jalan dalam memasukan nilai-nilai Islam lain yang menjadi pokok intinya; ideologi Islam (Aqidah Islam).
· Adanya dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh berbagai pihak di kampus seperti dekanat, takmir, dan lembaga kemahasiswaan lain sehingga menyebabkan semakin besarnya semangat mahasiswa muslim dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang diyakininya.
· Semakin kondusifnya suasana sosial-kemasyarakatan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, ataupun pemerintahan, menjadikan peluang untuk mengkaji atau memperdalam ilmu-ilmu keislaman semakin lebar.
· Tingginya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pendidikan keagamaan (moral). Hal ini ditunjukan dengan semakin banyaknya kelompok-kelompok masyarakat yang menuntut adanya kepemimpinan yang bersih dan bermoral
Ancaman
· Tingginya biaya kuliah, mengakibatkan terjadinya percepatan belajar mahasiswa, sehingga kebanyakan mahasiswa cenderung study oriented. Dalam arti, parameter yang seringkali digunakan dalam menilai kesuksesan seseorang ialah hanya diukur dari IP tinggi dengan lulus cepat. Akibatnya, kepekaan terhadap permasalahan-permasalahan sosial menjadi menurun. Hal ini ditandai dengan semakin sepinya ruang-ruang diskusi mahasiswa yang sebenarnya bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran lain, terutama dalam mengasah kemampuan mahasiswa dalam hidup bermasyarakat nantinya. Dan Keluarga Muslim Teknik sebagai salah satu dari sekian banyak Lembaga Kemahasiswa menjadi tertuntut untuk mampu menciptakan aktifitas yang menarik tanpa menghilangkan esensi makna dari keseriusan dakwah Islam.
· Semakin kuatnya pengaruh budaya Barat terhadap gaya hidup (life style) mahasiswa yang cenderung permisif, konsumtif, dan hedonis menyebabkan semakin tergesernya nilai-nilai Islam.


0 komentar:
Posting Komentar